Welcome in nuckzzpoenya.blogspot.com

Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

05 Oktober 2009

Indonesia memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang besar mengingat bahwa sekitar 2/3 wilayah Indonesia terdiri dari perairan, terutama laut. Sumber daya tersebut hingga saat ini belum secara skematis digali.

Peran bioteknologi dalam eksplorasi, inventariasasi, karakterisasi dan pemanfaatannya dalam 15 tahun mendatang perlu diupayakan. Arah pengembangan bioteknologi kelautan dan perikanan di Indonesia perlu memperhatikan beberapa hal diantaranya adalah :
1. mencegah punahnya biota laut akibat eksplorasi berlebih;
2. menghasilkan berbagai produk baru yang mempunyai nilai tambah,
3. mengurangi ketergantungan impor dengan memproduksi berbagai produk substitusi impor seperti enzim, nutrasetikal, farmasi, pangan, dan lain-lain.
4. mengembangkan teknologi zero-waste pada setiap industri pengolahan perikanan, dan
5. mengembangkan sistem pengelolaan sumber daya laut secara berkesinambungan.

Penelitian dilakukan dengan prioritas:
Strategi Pengembangan Bioteknologi di Indonesia
a. Pengungkapan fisiologi, genetika, biokimia dan ekologi sumber daya kelautan dan perairan sebagai dasar
pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan;
b. Pengungkapan dan pemanfaatan produk metabolit primer dan sekunder dari organisme laut sebagai dasar pengembangan industri bioteknologi berbasis kelautan ;
c. Penapisan, identifikasi, dan rekayasa genetika produksi bahan bioaktif dalam mendukung industri farmasi, kosmetik, pangan dan non-pangan lain;
d. Pengembangan teknik bioremediasi di daerah perairan yang tercemar termasuk tambak-tambak budidaya;
e. Penyiapan produk ornamental laut melalui teknik budidaya berbasis bioteknologi;
f. Penyiapan produk bernilai tambah dari limbah industri perikanan;
g. Penyiapan teknologi budidaya berbasis bioteknologi dengan pendekatan multidisiplin yang meliputi penyiapan induk sehat, benih unggul, pengembangan vaksin, probiotik, pengembangan pakan lokal dan lain-lain.
h. Pengungkapan respon sumber daya kelautan dalam menghadapi perubahan iklim global dan strategi yang diperlukan.

Sebagai rekomendasi untuk pengembangan bioteknologi di Indonesia 2010-2025 diperlukan :
1. Peningkatkan kegiatan litbangrap dalam pengungkapan potensi sumber daya alam khususnya biodiversitas dan kearifan lokal untuk penciptaan nilai tambah dan memperkuat daya saing industri nasional.
2. Peningkatkan kegiatan litbangrap untuk rehabilitasi, konservasi dan pencegahan kerusakan lingkungan.
3. Penempatan peran bioteknologi sebagai faktor kunci keberhasilan pengembangan sektor produksi, kesehatan dan
lingkungan yang berkelanjutan.
4. Program prioritas dan fokus kegiatan litbangrap di bidang bioteknologi yang mendorong industri dalam negeri memanfaatkan pasar domestik dengan bantuan teknologi dalam negeri.
5. Peningkatan interkonektivitas pengetahuan antara akademisi, peneliti, usahawan, pemerintah, dan masyarakat.
6. Peningkatan penyebaran dan akses informasi global maupun nasional untuk menjamin keaktualan informasi pada semua pemangku kepentingan di bidang bioteknologi.
7. Peningkatan kemampuan, keahlian dan profesionalitas SDM dalam bidang bioteknologi termasuk meningkatkan critical mass dan brain gain guna untuk mengurangi tenaga kerja asing di Indonesia.
8. Peningkatan desiminasi hasil riset bioteknologi kepada dunia usaha dan masyarakat.
9. Peningkatan jejaring kerja sama luar negeri dengan mengedepankan kepentingan nasional dan kehati-hatian terhadap pencurian sumber daya alam.
10. Terciptanya dan implementasi kebijakan dan regulasi yang terkait dengan pengembangan bidang bioteknologi, termasuk untuk mendorong partisipasi industri nasional dalam kekuatan litbangrap di bidang bioteknologi.
11. Terciptanya dan implementasi regulasi dalam pengelolaan sumber daya alam.
12. Peningkatan sarana penelitian dan culture collection yang dibarengi dengan manajemen pemanfaatan yang terkoordinir untuk semua pemangku kepentingan.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

© 2008-2013 by nuckyprasetyon

Back to home